Mengapa perlu business model yang sustainable?
“Bisnis apa yang menguntungkan ya? .. yang produknya laris, jualannya gampang dan gak repot bikin atau cari supliernya”.
Pertanyaan seperti diatas bisa dipastikan ada hampir di semua forum bisnis, biasanya ditanyakan oleh para “pemula” yang punya modal dan ingin terjun ke bisnis, namun masih bingung mau bisnis apa.
Ide bisnis biasanya muncul sebagai solusi atas suatu permasalahan atau kebutuhan yang dibutuhkan oleh banyak orang. Berarti kebutuhan customer menjadi dasar ide bisnis. Namun, di era digital saat ini dimana sosmed mendominasi, tren yang sedang ramai atau viral juga bisa menjadi sebuah pilihan untuk mencari ide bisnis.
Kemudian apa yang menjadi pembeda, sehingga orang harus membeli produk atau menggunakan jasa Anda? Jelas, value yang diberikan akan membuat orang memilih bisnis Anda.
Apakah cukup sampai disitu? Jika ingin memulai bisnis, maka bisa jadi YA. Karena itulah banyak bisnis yang saat dibuka langsung laris, dan berkembang pesat dengan memanfaatkan kebutuhan customer dan tren yang sedang viral.
Hal ini bisa kita lihat terutama dari bisnis kuliner, dimana banyak dipengaruhi juga oleh tren FOMO (fear of missing out) yaitu takut ketinggalan tren. Cafe dan resto baru, atau yang memiliki menu unik serta dipromosikan oleh vlogger atau influencer seringkali langsung kebanjiran pembeli.
Tetapi jika tidak memiliki dasar bisnis yang kuat, terutama dari sisi produk dan pelayanan serta value yang kuat, perlahan bisa saja meredup dan akhirnya ditinggalkan pembeli. Karena tren sudah beralih ke hal atau produk yang baru juga.
Anda pasti tidak ingin memiliki bisnis yang cepat laris, cepat ramai, tapi juga cepat gulung tikar kan?
Karena itulah untuk membuat sebuah bisnis bertahan dalam jangka panjang dan terus bertumbuh, maka diperlukan yang namanya Business Model atau model bisnis yang dirancang untuk menghadapi tantangan perubahan pasar, keterbatasan sumberdaya atau bahkan pergeseran tren konsumen.
Membangun model bisnis yang sustainable (berkelanjutan) menjadi kunci utama agar bisnis bisa terus tumbuh dan bertahan. Bagaimana caranya? Salah satunya dengan menyusun bisnis model menggunakan Business Model Canvas sebagai salah satu tools (alat bantu) paling efektif.
Dengan pendekatan visual yang sederhana namun komprehensif, Business Model Canvas bisa membantu pemilik bisnis memahami bagaimana setiap elemen bisnis saling terhubung. Mulai dari mengidentifikasi siapa target pelanggan, bagaimana cara menciptakan value bagi bisnis Anda, hingga bagaimana menghasilkan pendapatan yang stabil. Tidak hanya itu, BMC juga memungkinkan pemilik bisnis mengevaluasi dan menyesuaikan strategi agar tetap relevan di tengah perubahan pasar.
Apa itu Business Model Canvas? dan mengapa relevan dengan keberlanjutan?
Business Model Canvas adalah kerangka kerja visual yang digunakan untuk merancang, menganalisis, dan mengembangkan model bisnis secara lebih sistematis. Alat ini pertama kali diperkenalkan oleh Alexander Osterwalder dalam bukunya Business Model Generation dan telah menjadi metode yang populer di kalangan pengusaha, startup, hingga perusahaan besar.
Dengan membagi elemen bisnis ke dalam 9 blok utama, Business Model Canvas membantu pemilik bisnis memahami bagaimana setiap aspek bisnis saling terhubung, sehingga memudahkan mereka dalam mengambil keputusan strategis.
Keunggulan utama Business Model Canvas adalah kesederhanaannya. Dibandingkan dengan rencana bisnis konvensional yang panjang dan kompleks, Business Model Canvas memberikan gambaran menyeluruh tentang bisnis dalam satu halaman. Ini sangat membantu dalam proses brainstorming, validasi ide bisnis, serta perencanaan strategi tanpa terjebak dalam dokumen yang rumit.
Selain itu, pendekatan ini juga fleksibel—pemilik bisnis dapat dengan mudah menyesuaikan atau mengubah model bisnis mereka sesuai dengan kondisi pasar dan kebutuhan pelanggan.
Dalam konteks keberlanjutan bisnis, Business Model Canvas berperan besar dalam membantu perusahaan menciptakan model bisnis yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga tahan lama dan berdampak positif. Dengan menganalisis aspek seperti sumber daya utama, kemitraan strategis, dan struktur biaya, pelaku bisnis dapat menemukan cara untuk mengurangi pemborosan, meningkatkan efisiensi, dan bahkan mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan dalam operasional mereka.
Jadi, selain membangun bisnis yang profitable, Business Model Canvas juga membantu menciptakan bisnis yang lebih adaptif, inovatif, dan relevan dalam jangka panjang.
Bagaimana? sudah siap untuk mempelajari lebih dalam tentang Business Model Canvas? Di artikel selanjutnya kita akan membahas lebih dalam tentang Pilar Keberlanjutan dalam bisnis yang masih berkaitan dengan Business Model Canvas.